Kamis, 24 Januari 2019

Kelebihan dan Keuntungan memakai Lampu LED (Light Emitting Diode)

Kelebihan dan Keuntungan memakai Lampu LED (Light Emitting Diode)
Smarthome, seiring dengan semakin mahalnya biaya listrik dan semakin meningkatnya kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, Lampu penerang yang terbuat dari LED menjadi semakin populer dan mulai menggantikan peranan Lampu penerang yang saat ini masih dijuluki sebagai Lampu “Energy Saving (Hemat Energi)” yakni Lampu Fluorescent atau CFL (Compact Fluorescent Lamp).  Terutama bagi Perusahaan-perusahaan yang memerlukan Penerangan hingga 24 Jam sehari, penghematan Listrik dengan menggantikan Lampu  TL (Tube Lamp) atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) menjadi Lampu LED menjadi semakin penting dan mendesak (Urgent).
LED adalah singkatan dari Light Emitting Diodes yaitu Komponen Elektronika yang terbuat dari Semikonduktor yang dapat menghantarkan arus listrik kesatu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. LED merupakan jenis Dioda yang dapat memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik. Teknologi LED (Light Emitting Diodes) yang diperuntukan menjadi Lampu Penerang menjadi semakin matang dan berkembang serta menjadi salah satu pilihan terbaik dalam industri maupun rumah tangga dalam hal penghematan biaya listrik. Beberapa Produsen Lampu penerang (lighting) yang mulai giat mempromosikan dan memproduksi massal Lampu LED sebagai Lampu Penerang umum diantaranya adalah Philips, OSRAM, Panasonic dan Visalux.
Baca Juga : Smarthome Wireless
Kelebihan LED sebagai Lampu Penerang
Smart Home, untuk lebih jelas mengenai kelebihan atau keuntungan dalam pemakaian Lampu LED sebagai alat penerangan, berikut ini adalah 6 alasan utama mengapa kita dianjurkan untuk memakai Lampu LED (Light Emitting Diodes) serta perbandingannya dengan lampu CFL (Compact Fluorescent Lamp)  dan Lampu Pijar (Incandescent Lamp).
1. Umur Penggunaan yang lebih lama
Berdasarkan data dari Philips, Lampu LED dapat digunakan hingga 15.000 Jam, sedangkan Lampu CFL hanya dapat bertahan hingga 8.000 Jam. Berarti Lampu LED lebih awet 2 kali lipat dari Lampu CFL yang kita gunakan saat ini. Jika dibandingkan dengan Lampu Pijar, keawetan Lampu LED adalah 15 kali lebih baik dari Lampu Pijar yang hanya dapat digunakan hingga 1.000 Jam saja.
2. Hemat Listrik
Salah satu nilai Jual Lampu LED adalah kelebihannya dalam menghemat pemakaian Listrik. Sebuah Lampu LED 9 Watt dapat menggantikan Lampu CFL 12 Watt dengan hasil terang cahaya (Lumen) yang sama. Berarti Lampu LED lebih hemat listrik sekitar 25% dibanding dengan Lampu CFL. Jika dibandingkan dengan Lampu Pijar, maka Lampu LED lebih hemat sekitar 85% dari Lampu Pijar (Lampu Pijar memerlukan 60 Watt untuk menghasilkan terang cahaya yang sama yaitu 600 LM).
3. Ramah Lingkungan
Lampu LED tidak mengandung Merkuri yaitu bahan kimia yang dapat membahayakan Lingkungan hidup. Bahan-bahan pembuat Lampu LED terdiri dari bahan yang tidak berbahaya (non-toxic) dan dapat di daur ulang (Recycle).Di samping itu, daya tahan Lampu LED yang lama juga dapat menghemat sumber daya dalam memproduksinya.
4. Tidak Menimbulkan Panas dan Emisi UV (Ultraviolet)
Lampu LED tidak memproduksi Sinar UV (Ultraviolet) dan juga Energi Panas sehingga sangat cocok untuk menerangi lokasi yang meletakan produk ataupun bahan yang sensitif terhadap emisi UV seperti penerangan di Museum, situs Arkeologi dan Galeri kesenian.
5. Frekuensi Switching
Lampu LED dapat di ON-kandan OFF-kan sesering mungkin tanpa mempengaruhi umur penggunaannya sedangkan Lampu CFL akan cepat rusak jika sering di-ON-kan dan OFF-kan (Frekuensi Switching yang tinggi).
6. Waktu penyalaan yang cepat (Instan)
Lampu LED dapatmenyala (ON) dan mencapai titik terang maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Hal ini sangat berbeda dengan Lampu CFL (Compact Fluorescent Lamp) yang memerlukan beberapa detik untuk mencapai titik terang yang maksimal. Dengan demikian, Lampu LED sangat cocok untuk digunakan sebagai lampu Signal ataupun Lampu lalu lintas.
Baca Juga : Kamera CCTV Murah
Meskipun harga Lampu LED lebih tinggi dibandingkan dengan Lampu CFL, tetapi jika dibandingkan dengan kelebihan yang dapat diperoleh dari Lampu LED maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian Lampu LED memang lebih diuntungkan baik dari segi Ekonomi maupun segi perlindungan Lingkungan Hidup. Sebagai Informasi pembanding, Harga sebuah Lampu LED 7 Watt saat ini adalah sekitar Rp. 48.000 sedangkan harga Lampu CFL 11 Watt adalah sekitar Rp. 36.000.
Sumber :
https://www.produksielektronik.com/kelebihan-keuntungan-memakai-lampu-led/

Sejarah Lampu Singkat

Sejarah Lampu Singkat
Sejarah Lampu pertama kali ditemukan oleh Thomas Alva Edison, setelah berkali-kali gagal dalam percobaannya. pada tahun 1879 Thomas Alva Edison mematenkan penemuannya. Pada 1878, dia bergabung dalam sebuah kompetisi pembuatan bohlam yang efektif dan efesien. Sebelumnya dia sudah terkenal sebagai sang penemu telegraf dan fonograf. Pada Oktober , dia mengumumkan bahwa dia sudah mampu mengatasi pemasalah lampu yang sebelumnya sudah dia buat dan di coba beberapa ilmuwan tapi belum sampai batas yang sempurna.

Kemudia Edison mengajak Francis Upton dari Universitas Princeton untuk bergabung dengannya dalam penelitian. Mereka mulai membuat list daftar percobaan yang gagal yang dilakukan orang lain dan menghindari cara-cara tersebut.  Mereka juga mendaftar sifat-sifat meterial yang telah digunakan dan mencari materila yang lebih tepat.

Mereka menemukan bahwa pembakaran yang tepat itu adalah material yang memiliki hambatan yang besar. Material dengan hambatan besar itu tidak menghabiskan banyak listrik. Mereka mulai menyeleksi semua material yang memiliki hambatan besar.

sejarah lampu, penemu lampu, yang membuat lampu, jual lampu, jual lampu philips, jual lampu murah, jual lampu philips murah


Cara Merawat CCTV

Cara Merawat CCTV

Cara Merawat CCTV

Membeli CCTV itu adalah antisipasi dari para penjahat penjahat yang ingin melakukan tindakan kejahatan di rumah/kantor anda dan untuk mencegah tindak kriminalitas dan sekaligus memudahkan pihak berwajib menemukan pelaku dari bukti rekaman CCTVnya, tapi untuk bisa membuat kamera terus berkondisi seperti baru itu perlu dan merawat dengan benar agar tidak rusak

berikut adalah cara untuk merawat CCTV
1. Mengecek Berkala CCTV
CCTV harus di cek terutama komponennya seperti kabel dan koneksi jangan sampai ada yang terputus. sama halnya dengan posisi dari kamera itu sendiri juga harus di periksa, jangan sampai view yang di dapay CCTV tidak tepat. periksa juga penyanggah dari CCTVnya agar bisa berfungsi dengan baik

2. Membersihan CCTV
Bersihkan CCTV dari lensa, housing, drive unit, DVR, Monitor dan komponen lainnya jangan sampai kontor dengan debu. karena dapat menghambat kinerja sistem CCTV itu sendiri menjadi tidak sempurna seperti gambar kualitas jelek/buram dan cepat membuat kerusakan

3. Membackup
Backup Selalu Ketika kapasitas CCTV sudah penuh

cara merawat cctv, tips merawat cctv, beli cctv, jual cctv, jual cctv murah

Kelebihan Lampu Led Philips

Kelebihan Lampu Led Philips

Kelebihan Lampu LED

1. Sangat Hemat Energi
Lampu LED Philips sangat hemat energi, konsumsi listrik yang di perlukan hanya 80 s/d 10% deibanding lampu jenis lainnya lampu ini sangat sangat hemat energi, untuk menyalahkan lampu ini bisa juga dengan menggunakan sumber alternatif lain yaitu seperti ak dan tenaga listrik mikrohidra menggunakan turbin yang di bantu dengan tenaga air

2. Sangat Awat / Panjang Umur
Usia rata rata dari lampu ini terbilang sangat lama dibandingkan jenis lainnya. lampu ini bahkan mampu bertahan sampai 8 tahun / lebih dari itu.
rahasia di balik umur panjang lampu itu sendiri terdapat pada diode yang mereka gunakan untuk penghasil cahayanya. penggunaan diode itu sendiri bisa membuat lampu itu tidak panas yang berlebihan dan membuat lampu tidak mudah untuk rusak / putus

3. Sangat Ramah Lingkungan
Lampu LED itu sendiri tidak menghasilkan sinar UV sehingga dikatakan aman bagi manusia dan lampu ini juga hemat energy listrik sehingga sumberdaya alam untuk menghasilkan listrik jadi menghemat

Lampu Philips, Lampu LED, Lampu Murah, Lampu Tahan Lama, Lampu Awet, Lampu Hemat Energi, Lampu Philips Murah

Jenis Jenis Proyektor

Jenis Jenis Proyektor

Jenis Jenis Proyektor Ada 5

Proyektor memiliki 5 jenis yang berbeda-beda fungsinya yaitu diantaranya:
1. Proyektor Digital
Proyektor yang dapat mengkonversi data dalam bentuk suatu gambar secara langsung dari PC ke layar dengan sistem lensa. Biasanya digunakan untuk sistem home theater. Teknologi yang digunakan yaitu adalah Intensitas tinggi CRT, LCD proyektor, Teknologi DLP.

2. Proyektor LCD
Proyektor yang lebih modern yang dikembangkan oleh pendahulunya yaitu (OHP)Overhead Projector dimana OHP masih menggunakan tulisan di kertas bening.

3. Proyektor CRT
Proyektor ini digunakan pada mesin TV konvensional pada beberapa dekade terakhir ini dengan memanfaatkan proyektor berbentuk tabung bergambar.

4. Proyektor DLP
Proyektor yang gambarnya dihasilkan dari kaca kecil mikroskopis yang disusun matrix di atas chip semikonduktor atau umum dikenal sebagai Digital Micromiror Device.

5. Proyektor LCOS
Jenis proyektor ini merupakan pembaruan dari proyektor LCD dan proyektor DLP dimana diproduksi dengan lebih ringan dan resolusi yang dihasilkan lebih baik.


proyektor murah, jenis jenis proyektor murah, proyektor bagus, cara merawat proyektor

Cara Merawat AC

Cara Merawat AC

Cara Merawat AC YANG BAIK

  1. Sebelum Anda membeli AC, pastikan terlebih dahulutentang ukuran PaardeKracht (PK) AC. kemudian untuk mengetahui ukuran ruangan agar bisa disesuaikan dengan ukuran PK AC. Jika ukuran PK lebih besar dari ruangan maka AC nya akan terasa sangat dingin. dan Sebaliknya, jika PKnya terlalu kecil dari ukuran ruangannya maka AC terasa sedikit dingin dan mesin acnya akan bekerja keras untuk mendinginkan ruangan tersebut. Maka sebelum membeli pastikan pknya terlebih dahulu.
  2. Pastikan saat menyalahkan AC ruangan harus tertutup rapat agar ac terasa dingin sebaliknya jika ruangan tidak di tutup maka ac akan terasa tidak dingin.
  3. Ketika pergi dari rumah hendaklah mematikan AC terlebih dahulu, agar hemat energi 
  4. Jangan mengatur suhu AC dibawah 22 celsius setiap hari, karena bisa menyebabkan mesin ac cepat panas.
  5. Pastikan mengecek preon 6 bulan sekali 
Jual Ac Murah, Cara Merawat AC, Spesifikasi AC, AC Dingin, AC Bagus, AC Tidak Bisa Menyala 

Rabu, 23 Januari 2019

Mengenal Kecanggihan Teknologi Proyektor


Proyektor merupakan suatu alat optik yang digunakan untuk menampilkan objek visual di layar proyeksi. Seiring perkembangan zaman, proyektor banyak digunakan untuk mendukung terciptanya suatu lingkungan hiburan yang memanjakan mata. Pemanfaatan proyektor antara lain yaitu untuk pembuatan home theater hingga videomapping yang memerlukan teknologi proyektor yang memadai.
Dengan perkembangan teknologi pada proyektor, performa kinerja proyektor pun akan ikut bertambah. Ada tiga jenis teknologi pada proyektor untuk membuat gambar yaitu DLP, LCD  dan LcoS. Teknologi apa yang terbaik saat ini? Mari kita bandingkan.
Digital Light Processing (DLP)
DLP merupakan suatu teknologi pada proyektor yang umumnya hanya memanfaatkan satu chipdengan ribuan lensa-lensa keci yang berputar dimana setiap lensanya mewakili satu piksel. Cahaya dipancarkan melalui chip dan direfleksikan melalui suatu roda kemudian baru diproyeksikan. Lensa-lensa ini dapat diaktifkan dan sebaliknya oleh sinyal elektronik sesuai kebutuhan warna. Meskipun hanya satu warna yang ditampilkan dalam satu waktu, karena proses yang sangat cepat maka warna utama akan terlihat menyatu menjadi wanrna tertentu oleh mata.
Kelemahan dari teknologi DLP yaitu tingkat kontras cahaya yang kurang serta menampilkan efek rainbow yaitu sebuah efek yang dapat menampilkan kilasan warna-warna ketika penonton melihat layar proyeksi dari samping. Umumnya, chip yang paling bagus hanya mampu menghasilkan 3000 lumens.
Untuk model terbaru, teknologi DLP mampu memanfaatkan tiga chip, masing-masing untuk merah, hijau dan  biru.  Dengan akurasi warna yang baik, perbandingan hitam dan putih yang jelas, proyektor dengan teknologi DLP banyak digunakan di bioskop.

Baca Juga : Jual Lampu Led Philips

Liquid Crystal Display (LCD)
diagram-lcd
Smarthome,Teknologi pada LCD hampir sama dengan teknologi yang diterapkan pada kebanyakan TV. Umumnya LCD memiliki tiga panel sehingga menghasilkan cahaya yang lebih terang.  Pada awalnya, cahaya akan melewati prisma yang memisahkan komponen warna primer menuju panel. Masing-masing warna primer merah, hijau, biru ini menjadi suatu piksel. Ketiga warna yang berbeda ini kemudian digabungkan lalu akhirnya diproyeksikan oleh LCD sehingga Anda akan melihat gambar berwarna yang sebenarnya. Akurasi warna yang ditampilkan LCD akan lebih bervariasi dan tajam dibandingkan chip DLP.
Untuk model terbaru, teknologi LCD dilengkapi optik khusus yang dapat mengurangi efek screen door. Rasio kontras LCD dapat mencapai 200.000:1 yaitu lebih baik dibandingkan DLP yang hanya 50.000:1. Kelebihan lain dari proyektor LCD yaitu memiliki beban yang ringan sehingga dapat bersifat portable dan ruang penempatan pun lebih mudah.
Liquid Crystal on Silicon (LCoS)
diagram-lcos
LCoS merupakan teknologi terbaru di dunia proyektor. LCoS merupakan perpaduan dari teknologi LCD dan teknologi DLP. LCD berperan sebagai teknologi yang memancarkan cahaya serta DLP yang merekfleksikannya. Jumlah piksel pada LCoS relatif besar sehingga menghasilkan resolusi yang tinggi juga.
Saat ini, kebanyakan proyektor LCoS minimal memiliki resolusi SXGA. Dengan piksel yang tinggi ini akan menghilangkan flickering, tidak ada efek screen door, tidak ada efek rainbow dan kualitas gambar yang tinggi meskipun untuk memproyeksikan suatu film. Harga yang ditawarkan cukup mahal dibandingkan dengan teknologi proyektor lainnya.

Baca Juga : Supplier Lampu Philips

DLP vs LCD vs LCoS
        Rasio Kontras
Smart home,kualitas gambar dipengaruhi oleh rasio kontras untuk menentukan seberapa realistis gambar dapat terlihat. LCD tentu saja memiliki performa yang baik untuk mendapatkan kontras yang tinggi. DLP memiliki kelemahan di rasio kontras sehingga masih di bawah LCD dan LCoS. LCoS sendiri dengan harga yang lebih mahal memiliki rasio kontras tertinggi. Untuk mengakali persoalan rasio kontras, umumnya proyektor memiliki fitur Auto Iris dengan meredupkan gambar ketika kondisi gelap sehingga rasio kontras dapat lebih terlihat.
        Tingkat Kecerahan
Setiap proyektor memiliki tingkat kecerahan yang bervariasi. LCD dan DLP memiliki tingkat kecerahan yang lebih terang dari LCoS. Teknologi ini terus berkembang sehingga persaingan untuk menghasilkan tingkat kecerahan atau brightness berpacu dengan ketat.
        Akurasi Warna
Akurasi warna merupakan objek yang bervariasi pada setiap proyektor.  Tidak ada teknogi yang mendominasi akurasi warna. Secara umum, teknologi satu chip pada DLP memiliki variasi warna yang lebih sedikit dari CLD.
        Motion Blur
Pergerakan gambar menjadi suatu animasi atau video merupakan permasalahan untuk teknologi layar  LCD dan LCoS. Proyektor DLP akan terlihat lebih tajam dan lebih detil pada gerakan atau motion yang cepat. LCD dan LCoS mengakali kekurangan ini dengan meninggikan refresh rate              seperti TV LCD.
        Rainbows
Efek rainbow merupakan suatu efek warna warni pada objek terang dengan latar belakang gelap. Proyektor LCD, LCos dan DLP terbaru sudah tidak memiliki efek rainbow lagi. Untuk DLP dengan satu chip, efek ini masih akan dirasakan dan dapat mengganggu sebagian besar orang.
        Konvergensi
Chip yang menghasilkan gambar di proyektor memiliki ukuran yang sangat kecil bahkan objek kecil oleh chip dapat dihasilkan di layar seperti warna pada tepian objek berwarna putih.  Umumnya, proyektor dengan tiga chip memiliki pengaturan konvergensi namun belum dapat mengatasi persoalan konvergensi secara penuh.  DLP dengan satu chip tidak memiliki permasalahan konvergensi karena memang tidak ada yang perlu digabungkan.
Teknologi Laser
Proyektor yang didesain untuk home theater mulai menggunakan laser untuk menggantikan metode tradisional yaitu lampu sebagai sumber dari cahaya. Terlepas dari kualitas gambar, laser lebih tahan lama dari lampu proyektor dengan konstruksi yang lebih kokoh dibandingkan lampu proyektor.

Baca Juga : Smarthome Wireless

Dengan proyektor, Anda dapat menghasilkan layar 500 inci lebih, dibandingkan dengan LCD terbaru yang hanya mampu menghadirkan tampilan kurang dari 200 inci. Laser merupakan teknologi yang dapat memungkinkan hasil proyeksi  untuk layar lebar yang lebih berkualitas.
Sistem laser menggunakan RGB (merah, hijau, biru) untuk menghasilkan cahaya sehingga membentuk gambar. Saat ini, sistem laser yang diproduksi yaitu RGB 3-Primary (3P) dan 6-Primary (6P).
Laser 3P akan membuat cahaya dengan mengkombinasikan warna primer yaitu merah, hijau, biru untuk menghasilkan gambar. Sistem ini idal untuk proyeksi pada layar lebar, videomapping atau kegiatan apa saja yang memerlukan kecerahan tinggi yang handal.
Laser 6P lebih ditujukan untuk implementasi 3D dengan berbekal dua set laser RDG yaitu satu untuk mata kiri dan satu lagi dengan panjang gelombang yang berbeda untuk mata kanan. Kacamata 3D diperlukan untuk menyaring gelombang serta mengarahkan cahaya ke mata secara langsung. Teknologi ini tidak akan mengakibatkan kelelahan pada mata, sakit kepala ataupun mual.
ilustrasi-laser-pada-proyektor
Dibandingkan dengan lampu proyektor yang normalnya menghasilkan warna putih, proyektor harus bekerja keras untuk memfilter warna terang ini untuk menyisakan warna merah, hijau dan biru saja. Dengan teknologi laser yang secara langsung menghasilkan warna yang diperlukan sehingga akan lebih hemat dalam pengkonsumian daya listrik. Apabila lampu Ultra High Performace (UHP) memerlukan 300 watt untuk membuat cahaya putih, hanya sebagian kecil digunakan untuk warna merah, hijau dan biru. Sisanya untuk menghasilkan kuning, ungu  dan lainnya. Dengan laser, perbandingannya dengan daya listrik yang sama yaitu tiga laser 100 watt dapat membuat warna yang lebih tajam dibandingkan lampu UHP.
Hal lain dari laser yaitu Anda tidak harus menunggu terlebih dahulu seperti lampu proyektor yang harus dipanasi atau didinginkan terlebih dahulu.
Rasio kontras oleh laser pun berbeda drastis dengan proyektor yang menggunakan lampu sebagai sumber cahaya. Biaya perawatan pun akan dipangkas habis apabila menggunakan laser dibandingkan penggunaan lampu UPS.
Berbicara persoalan keamanan untuk pengguna atau penonton, teknologi laser tidak beresiko menyebabkan kerusakan retina terkecuali pengguna sengaja menatap ke lensa secara langsung dalam waktu yang lama. Secara teknis, laser akan dilewatkan terlebih dahulu ke roda fosfor atau diffuser untuk memenuhi standar keamanan kelas 2 baru dipancarkan dan tidak bersifat sinar koheren.

Baca Juga : Smart Home Supplier

Dengan laser, gambar yang dihasilkan akan lebih cerah, akurasi warna yang lebih baik hingga pengalaman visual 3D yang dramatis. Meskipun terdapat efisiensi di bidang pengkonsumian daya dan ketahanan, Teknologi laser dapat dibilang memerlukan biaya yang lebih tinggi.
Resolusi Layar
Nilai resolusi layar ditentukan berdasarkan tingginya lumens untuk menghasilkan kecerahan layar. Semakin tinggi lumens, semakin nyata gambar yang dihasilkan dalam ukuran yang sama oleh proyektor. Ketika gambar diperbesar, penyebaran lumens akan meluas sehingga mengurangi tingkat kecerahan gambar.
Berikut ukuran resolusi layar standar dengan rasio 4:3:
        - SVGA (800×600)
        - XGA (1024×768)
        - SXGA+ (1400×1050)
Berikut ukuran resolusi layar lebar:
        - 480p (854×480)
        - 720p (1280×720)
        - 1080p (1920 x 1080)
        - WUXGA (1920 x 1200)
        - 4K (4096×2160)
Dulu, apabila Anda menggunakan proyektor untuk keperluan presentasi, layar standar dengan rasio 4:3 merupakan pilihan yang tepat.  Seiring zaman, layar laptop kini berbentuk widescreen, sehingga resolusi dengan rasio 16:9 atau 16:10 dapat menjadi pilihan saat ini.
Untuk penikmat home theater, rasio 16:9 merupakan pilihan umum untuk memasang disk Blue-rayatau HDTV.
Lumens
Ketika hendak membeli suatu proyektor, lumens merupakan standar umum sebagai pertimbangan atau alasan dalam memilih produk yang tepat untuk Anda.  Semakin besar ruangan, semakin tinggi lumens yang dibutuhkan untuk menyesuaikan kebutuhan pencahayaan di ruangan tersebut.
Lumens merupakan satuan  untuk mengukur jumlah total cahaya terlihat yang dipancarkan sebuah sumber. Lumens dapat dikatakan sama dengan kecerahan sehingga semakin banyak lumens, semakin cahaya yang dihasilkan.
Umumnya, untuk presentasi diperlukan 2000-5000 lumens. Untuk menonton film atau memerlukan proyeksi yang lebih luas, pilihlah lumens yang lebih tinggi dan tentu aja dengan biaya yang meningkat juga.
Untuk mengakali rendahnya lumens, Anda dapat menggelapkan ruangan agar hasil proyeksi lebih terang. Hindari penggunaan tembok, melainkan dengan memakai layar khusus untuk menerima cahaya proyeksi. Gunakan input visual yang tajam melalui kartu grafis komputer serta perdekat jarak proyektor ke layar proyeksi sehingga hasil proyeksi dapat terlihat jelas meskipun ukuran layar dapat berkurang.
Tips Memilih Proyektor
Untuk membeli proyektor, ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan yaitu resolusi, bobot dan kecerahan.
Apabila Anda ingin mendapatkan hasil proyeksi yang lebih lebar dan tetap tajam, resolusi suatu proyektor harus Anda perhatikan dengan cermat.  Tentu saja, semakin tinggi resolusi, semakin dalam Anda harus merogoh kantung.
Bobot proyektor disesuaikan dengan lokasi kebutuhan pengguna. Apakah proyektor digantung atau bersifat portable untuk dibawa-bawa? Jangan sepelekan persoalan bobot barang.
Untuk tingkat kecerahan, semakin handal proyektor menghasilkan kecerahan, semakin besar pula ukuran gambar yang dapat ditampilkan. Jumlah lumens yang tinggi akan menghasilkan layar yang tidak suram hingga sangat terang.  Semakin terang suatu ruangan, semakin tinggi tingkat lumens yang dibutuhkan.
Faktor lain yaitu fitur yang ditawarkan oleh suatu produk proyektor, misalnya teknologi terbaru yang menunjang perfoma, ketahanan yang lebih lama hingga efisiensi perawatan.

Sumber :
http://indovisualservice.com/index.php/id/artikel/122-service-projector.html